“Second Chance” Sebuah Jawaban dari NOAH untuk Sahabat

Banyak orang yang berpendapat termasuk Sahabat NOAH bahwa band ini beda 180° dari peterpan sejak pertama kali album Seperti Seharusnya beredar.

Kebanyakan mereka bilang liriknya gak seperti dulu lagi, yang kebanyakan berkisah tentang cinta, persahabatan dan hubungan manusia dengan Tuhan dengan Meminimalisir kata kata cinta secara frontal.

Beda dengan peterpan, NOAH lewat Seperti Seharusnya yang lebih frontal berbicara mengenai cinta cintaan antara sepasang kekasih.

Dan pada akhirnya banyak orang yang mulai berhenti mengikuti mereka pasca NOAH. Akan tetapi banyak juga orang orang awam yang tersihir dengan serangan balik Ariel selepas menjalani hukuman, melihat bagaimana dia bertahan dan kemudian bangkit lagi lewat Konser 2 Benua 5 Negara dalam sehari lalu berakhir menjadi Sahabat NOAH.

Soal materi lagu di album Seperti Seharusnya (2012) menurut gw album ini menjadi lebih kompleks dibanding album album peterpan sebelumnya, baik dari segi lirik maupun dari segi musiknya.

Terutama lagu Hidup Untukmu Mati Tanpamu

Satu satunya jejak peterpan mungkin terlihat di lagu Terbangun Sendiri, lagunya Uki buat Astoria yang disempurnakan oleh Ariel tapi malah nyasar ke album ini. Mendengar lagu ini seperti sebuah gambaran nyata keadaan si Vokalis ketika masih berada di “dalam” namun banyak Sahabat yang salah sangka mengenai arti liriknya.

Untuk orang orang yang kurang jeli, lagu ini terdengar seperti lagu cinta untuk lawan jenis…

Akan tetapi lewat lagu ini Ariel sebenarnya sedang curhat kepada Tuhan mengenai kejadian waktu itu…

Aku tak ingin terjaga.. Terjaga tanpaMu..

.
.

Oke tinggalkan tentang Terbangun Sendiri karena bukan itu inti dari tulisan gak jelas ini…

Seperti yang gw bilang diawal tadi, banyak yang beranggapan NOAH tak se “misterius” peterpan. Mungkin itu benar dan gw setuju, seenggaknya dilihat dari gaya Boriel pas manggung.

Tapi entah kenapa setelah rilisan album Second Chance gue mulai berpikir “Apa sih maunya mereka, bikin konsep album aneh kayak gini?” yang lebih aneh lagi Musica sepertinya yakin kalau album ini bakalan sukses.

image
Second Chance's artwork

Buat yang belum tahu, Second Chance punya konsep seperti boxset album yang didalamnya terdapat beberapa sub album. Secara keseluruhan Second Chance terbagi dalam 4 CD dan didalamnya terdapat 41 lagu, terdiri dari 3 lagu baru (Hero, Seperti Kemarin dan Suara Pikiranku) yang masuk di Second Chance.. bersama dengan 9 lagu lain.

Dan sisanya terbagi kedalam tiga album yaitu NOAH Bintang di Surga, NOAH Taman Langit dan NOAH Hari yang Cerah yang sampai sekarang belum jelas kapan akan dirilis.

Balik lagi soal Second Chance, Uki bilang lewat album ini NOAH pengen ngajak Sahabat NOAH buat dengerin peterpan di NOAH. Itu terdengar cukup bagus untuk dijadikan alasan merekam ulang kurang lebih 40 lagu dan merilisnya dalam satu momen.

Tapi gw nangkapnya lain…

Menurut persepsi gw, mungkin ada sebuah misi pembuktian yang sedang dilakukan NOAH lewat album ini.

Misi untuk ngomong ke orang orang bahwa “Hey, kami masih sama seperti dulu cuma namanya yang ganti!!” mungkin seperti itu.

Indikasi ini semakin jelas setelah 3 lagu barunya peterpan banget… Ya, Hero lalu Seperti Kemarin dan juga Suara Pikiranku terdengar mirip peterpan… Ini peterpan tapi bukan tapi peterpan.

Hero yang bisa dibilang “feelnya” Bintang di Surga banget,

Seperti Kemarin yang musiknya terdengar seperti gabungan antara Tak Bisakah dan Langit Tak Mendengar, dan gaya liriknya yang mirip Ada Apa Denganmu,

Lalu Suara Pikiranku yang gloomy banget.

Khususnya lagu Suara Pikiranku, lagu ini terkesan sangat gelap dan misterius. Mungkin sebelas duabelas dengan lagu Di belakangku, mulai dari liriknya yang terdengar seperti lagu tentang cinta.. Namun nuansa yang terbangun seperti lagu yang dinyanyikan oleh seseorang yang akan bunuh diri.

Pas pertama kali dengerin lagu ini, gw langsung kepikiran MUSE sama Radiohead.. Mungkin kalau Thom Yorke denger lagu ini dia bakalan bilang “Gile, lagu ini gue banget!!” dan gw harap itu bakal kejadian.

Intro nya saja sudah mirip sama lagu Di belakangku dengan taste yang lebih british, dan juga rintihan Boriel di reffnya juga sangat mirip.

Bahkan menurut temen gw di kantor lagu ini terasa “Angker” yang gue Aminin juga.

Terlepas itu, apapun latar belakang pembuatan album Second Chance ini.. Gw mau bilang kalau keraguan orang orang tentang ke peterpan an NOAH harusnya langsung menghilang, dan kemudian membawa mereka semua (Sahabat NOAH) kembali ke jalan yang benar, AMIN…