Satu Juta Yen dan Sebuah Pelarian

Suzuko (Yu Aoi) masih bingung, apakah keputusannya untuk pergi ke tempat asing dimana tak seorangpun mengenalnya adalah hal yang tepat ataukah hanya sebuah sikap pengecut yang selama ini dipendamnya? Hubungan dengan adik lelakinya dan keluarga yang tampak berantakan, dia memutuskan untuk hidup mandiri dengan menyewa apartemen dengan salah satu teman kerjanya, namun keadaan semakin memburuk ketika dia tersangkut masalah hukum. Motif itulah yang melatarbelakangi niatnya untuk menjauh dari lingkungannya.

Tapi yang tak bisa dibantah, Suzuko berusaha tegar dan menjalani hari-harinya dengan menabung satu juta yen di setiap kota yang disinggahinya lalu pergi ke tempat berikutnya. Dalam usahanya untuk menjauh, perempuan ini mencari kerja apapun yang ditemuinya. Pada salah satu scene, Suzuko mengatakan bahwa dia tidak sedang mencari jati diri, namun malah mencoba untuk meninggalkan siapa dirinya yang sesungguhnya dan berusaha melupakan bahwa dia hanyalah perempuan dengan segudang masalah yang mempunyai catatan kriminal. Dia bahkan tak punya ponsel, karena merasa tak punya teman.

One Million Yen and the Nigamushi Woman menjadi film yang layak tonton, bahkan harus ditonton sebelum kita meninggal. Gue merasa bahwa film ini adalah jawaban bagi orang-orang yang merasa kenal dengan jati dirinya, padahal tidak sama sekali.

Kisah cinta dan hakekat kehidupan melengkapi drama sederhana ini. Boleh jadi, ketika kita menganggap diri sendiri tidak menarik, tapi pada kenyataannya kita punya banyak hal yang bisa dibanggakan, meskipun itu adalah hal yang sepele dan kurang berguna sekalipun. Di setiap tempat yang dikunjunginya, selalu ada pujian yang mengalir dari orang-orang sekitar.

Saat bekerja di toko pinggir pantai, Suzuko dipuji bosnya karena es serut yang dibuatnya lebih baik, dan seketika membuatnya dikenal banyak pengunjung. Meskipun dia merasa senang karena pujian ini, namun menurutnya membuat es serut bukanlah keahlian yang penting.

Saat bekerja di perkebunan, tugasnya adalah memanen buah persik. Lagi-lagi dia mendapat pujian yang serupa, bahkan nyaris diangkat sebagai public relationship di kota ini, dengan julukan Gadis Persik.

Di kota berikutnya, rahasia!!! Gue gak akan terusin, biar kalian simak sendiri hal menarik apa yang terjadi.

Yang pasti ending dari film ini akan menyadarkan kita, bahwa tak semua hal yang terlihat adalah hal yang sesungguhnya terjadi. Dan gue jadi pengen ke Jepang. 🙂

The 2015 LiveinMetaphor Year in Review!

Fakta positif mengenai blog ini : Secara keseluruhan, tulisan saya di Liveinmetaphor sepanjang 2015 berjumlah 29 post, dilihat sebanyak 917 kali, dengan 354 pengunjung, 18 like dan 134 komentar.

image

Mencakup banyak kegembiraan, tawa, air mata, wawasan, dan perhatian.

Dan itu hanya satu bagian dari komunitas global WordPress yang sekarang telah mencapai 25% dari penggunaan internet dunia. Mulai dari berita membentuk dunia kita, ke kisah-kisah pribadi yang membentuk keluarga dan kehidupan kita sendiri.

Saya menulis banyak hal tentang pandangan hidup yang idealis dan personal, konyol dan sedih; Saya berbicara tentang kreativitas, pekerjaan, lagu favorit, aktivitas, renungan, cinta, asmara, perbedaan, perpecahan, dan identitas.

Berikut adalah tulisan paling berkesan di LiveinMetaphor sepanjang 2015 :

1. Cewek Misterius – 14 September
Ini adalah tulisan pertama saya mengenai pengalaman supranatural yang saya rilis di LiveinMetaphor. Menjadi menarik karena, ini adalah salah satu tulisan paling jujur di blog ini. Meski awalnya agak ragu soal pilihan kosakata yang akan dipakai.

2. Be Authentic – 3 November
Karena tulisan ini, saya bertemu dengan secret admirer jaman SMA dulu…. seorang wanita cantik yang langsung ngirim email begitu tahu, si empunya blog ini adalah seorang Luhur Pribadi.

Senang rasanya punya penggemar, meskipun cuman satu doang.

3. Slow Down – 19 November
Tulisan ini seperti sekuel dari Be Authentic… Setelah sebelumnya si secret admirer tadi ngirim email karena baca tulisan itu.

Salah satu pengalaman paling menarik sepanjang hidup saya. Slow Down ini berkisah mengenai pertemuan saya dengan doi. Saya tak merasa rupawan atau apapun namanya, sehingga akhirnya ada orang yang kagum.

Meski akhirnya berakhir buruk, tapi ada hikmah yang dapat saya ambil… apa itu? Pengalaman ketemu doi tadi, saya terjemahkan ke dalam satu tulisan berjudul Slow Down yang pada akhirnya jadi tulisan dengan Most Viewed Post dengan 119 views dan Most Commented Post sebanyak 42 komentar (termasuk balasan dari saya) hehe…..

4. Serangan Balik Mantan – 30 November
Ini seperti sebuah elegi yang riang…. sederhananya, tulisan ini sebenarnya terasa pahit bagi saya… cuma saya kadang suka senyum senyum sendiri kalau mengingat kejadiannya.

5 Tahun gak kontak dengan ex, lalu tiba tiba doi kirim LINE itu rasanya seperti gak sengaja nelen bongkahan arang pas nyruput kopi joss :p hehe…

.
.

Saya harap tahun 2016 bakal lebih menarik lagi… apapun itu saya tak akan berhenti menulis.