Passion Led Us Here!

“Someday” is the saddest word ever.

Saya tahu kalau kegagalan bukanlah sebuah kata yang kotor. Dalam lingkup perusahaan startup, saya selalu dibayang-bayangi oleh kegagalan. Tapi teman saya bilang bahwa kita akan melihat kegagalan, cepat ataupun lambat. Dia bilang salah satu konsep dasar dari kesuksesan adalah bahwa kegagalan mempunyai benang merah dengan keberhasilan. Itulah kenapa saya yakin bahwa pada akhirnya kesuskesan akan menemukan saya, dan bukan sebaliknya. Hanya dengan menemukan jalan menjadi pemenang, maka kemenangan itu akan menyambut kita.

image

Kita menerima bahwa kegagalan akan mempersembahkan pelajaran berharga nantinya. Selama kita masih memegang kendali dan tidak menekan mode autopilot, itu akan berjalan dengan baik. Kemalasan dan tak pernah mencoba tak akan mengajarkan kita apapun, kecuali waktu yang tidak sanggup kita putar ulang. Tak ada kreatifitas, tak ada keberanian, tak ada perkembangan dan kita akan berakhir sebagai a bag of shit.

image
Sebuah pertempuran butuh pengorbanan

Jika yang terburuk akan terjadi, karena mencoba lalu gagal, itu artinya kita telah belajar sesuatu tentang proses, tentang sebuah alasan kita pergi sejauh ini. Tentu, selalu ada konsekuensi untuk semua proses itu… Kehilangan uang, kekasih, teman, respect lalu kehilangan arah.

Aku tidak berpikir bahwa orang akan tergerak untuk melakukan sesuatu setelah membaca tulisan ini. Aku sadar bahwa akan menyenangkan jika dua orang akan bertemu jika keduanya melakukan hal yang mereka cintai. Kata Bunda, seseorang hanya membutuhkan sedikit harta dalam hidupnya dan sisanya untuk diamalkan. Aku harap tulisan ini adalah amal itu, seperti kata Beliau. Aku ingin semua orang sukses dengan caranya sendiri, tapi itu tidak akan terjadi jika tidak terlibat dalam permainan dan mencoba untuk menaklukkannya.

Berdamai dengan Masa Lalu

Denting piano kala jemari menari
Nada merambat pelan…
Dikesunyian malam saat datang rintik hujan
Bersama sebuah bayang… yang pernah terlupakan…

Ini sudah penghujung tahun 2015, apa resolusi kalian untuk tahun depan? Kalau saya sendiri tak pernah memikirkannya… bahkan sejak dulu.

Saya lebih suka memikirkan, apa hal-hal menyakitkan yang pernah saya lakukan setahun kemarin… bahkan sepanjang hidup saya.

Momen ini pas banget, waktu Duet bersahaja antara Iwan Fals dan NOAH muncul dengan lagu Yang Terlupakan.

Hati kecil berbisik untuk kembali padanya
Seribu kata menggoda
Seribu sesal di depan mata
Seperti menjelma waktu aku tertawa
Kala memberimu dosa….

Oh maafkanlah…
Oh maafkanlah…

Dalam video klipnya yang baru saja dirilis oleh Musica Studio’s, Iwan Fals dan Ariel nampak sangat emosional.

Dibuka dengan sebuah adegan dimana Iwan Fals dan NOAH sedang perform sepanggung, lalu ketika song awal dilantunkan oleh Ariel.. scene berganti ke sebuah memori Ariel yang pernah terjebak lewat masalah videonya dengan menampilkan Ariel dengan tangan diborgol dan duduk diatas ranjang serta menjadi pusat perhatian semua orang.

Iwan Fals juga terlempar ke masa lalunya, ketika masih melakukan orasi masiv lewat lagu-lagunya dan tentunya saat itu masih berambut panjang dan berkumis.

Saat mengenang masa lalunya sebagai pendobrak, Om Iwan sepintas ngelihat seorang anak kecil diantara desakan para penonton (kayaknya itu anaknya)

Dalam sebuah refleksi, Om Iwan lantas mengejar anak tadi diantara rimbunan kebun teh… lalu Beliau nampak merasa sangat bersalah kepada anaknya dan menyesali masa mudanya.

Namun akhirnya Om Iwan bisa berdamai dengan masa lalunya dan mensyukuri apa yang telah dia lalui dengan melampiaskan semua hal yang terpendam dalam benaknya dengan berteriak diatas tebing.

Begitupun si kece Nazril Irham yang akhirnya terbebas dari borgol yang membelenggunya dan terlihat berbaring diatas ranjang tengah memandangi langit yang sekian lama membisu…

Pas dengan apa yang saya alami belakangan ini, mulai menyesali hal hal bodoh yang pernah saya lakukan semasa sekolah… seperti meninggalkan sebuah tawaran beasiswa dari salah satu Sekolah Tinggi Bahasa Asing dan berakhir dengan salah ambil jurusan pas kuliah (sangat yakin untuk masuk arsitektur namun DO) lalu sekarang berakhir dengan sebuah pekerjaan impian lain sebagai programmer.

Hal-hal yang terus membayangi kehidupan saya belakangan ini, perlahan mulai memudar dengan sebuah harapan baru di bidang yang sedang saya tekuni.

Akhirnya saya memahami, bahwa semua hal menyakitkan dimasa lalu membawa saya menjadi pribadi yang dewasa dan menganggap masa lalu sebagai sebuah mesin waktu yang saya sebut sebagai kenangan.

Mulai hari ini saya akan menciptakan sebuah mesin waktu untuk menjelajahi masa depan…. yang disebut impian…. 🙂

Rasa sesal didasar hati diam tak mau pergi
Haruskah aku lari dari kenyataan ini…
Pernah ku mencoba tuk sembunyi…
Namun senyum mu tetap mengikuti

sudahkah kalian berdamai dengan masa lalu?

See you later gaes…….

Yogyakarta, 25 Desember 2015
Prastowo Luhur Pribadi

Liberty Victory

Bulan desember…..

Gue jadi ingat saat pertama magang di kantor dua tahun yang lalu.

Tepatnya, gue pertama kali wawancara kerja sekitar bulan november. Waktu itu kampus gue yang bantu cari tempat magang. Saat wawancara hal pertama yang terlintas di pikiran adalah pasti gue jadi tertawaan orang banyak nanti.

Kenapa begitu? bukannya minder atau rendah diri, tapi gue sadar diri dengan fisik yang kurus, dan gak terlalu tinggi.

Jujur aja gue ngerasa belum pantes kerja kantoran, hal ini diperparah oleh salah satu selentingan orang di jalan.

Pas berangkat ke tempat wawancara, gue harus nglaju ke Solo (pake motor butut lagi…) dan Solo-Sleman itu tidak dekat. Pas berhenti di lampu merah ada biker di sebelah gue yang ngomong “Eh, wasno sing numpak Supra kuwi rak durong wangun ya, sampar sedan engko malahan”.

Come on guys, gue tahu gue ini pendek tapi ayolah kalian pikir gue mau seperti ini

Sepanjang jalan gue pikirin, emang segitu hinanya ya hidup gue. Mereka bahkan gak kenal gue, gue juga gak kenal mereka dan gue selalu respek pada orang yang punya tubuh kurang proporsional, but guys tolonglah hargain gue.

Sesampainya di kantor, gue pikir bakalan ada banyak orang yang bakalan diwawancara… tapi salah besar, nyatanya cuma gue yang bakalan diwawancarai.

Waktu masuk ke ruangan, gue lihat tatapannya agak bingung. Gue yakin dia pasti kaget dengan ukuran tubuh gue.

Dia nyalamin gue, dan langsung ngomong
“Santai aja mas, aku gak bakalan gigit kok”

Dugaan gue salah, dia sangat hangat. Satu persatu pertanyaan disampaikan mulai dari gaji, keahlian, nilai kuliah, pengetahuan basic IT sampai pertanyaan umum yang sangat hiperbolis.
Yang terakhir tadi bener bener ngebingungin.

Tiba tiba dia bilang, ini yang terakhir mas jawab ini dengan benar dan kamu langsung saya terima.

Kalau ada orang yang ngledek soal fisik anda, apa yang anda lakukan dan bagaimana perasaan anda?”

Buseetttt……..

Gue agak lupa detilnya, tapi kira kira jawaban gue kayak gini

“Ini sebenarnya membuktikan bahwa saya adalah orang yang sangat kuat, di jalan tadi ada orang yang ngehina dan membuat saya patah semangat, hampir mengurungkan niat untuk interview… tapi pada akhirnya saya sadar kalau fisik saya memang bermasalah dan saya menerima hal itu”

Dia langsung gebrak meja dan nyalamin gue
“Selamat anda diterima”

Gue bingung sih, tapi gue seneng minta ampun.

Langsung ngerasa baru aja menang perang lawan belanda dan memperoleh kemerdekaan

This is my liberty and victory!!

Orang Baik dan Hal Buruk! Mengapa?

Pernahkah terpikir sebuah pertanyaan “mengapa hal-hal buruk terjadi pada orang baik?” Atau (bahkan lebih membingungkan) “mengapa hal-hal baik terjadi pada orang jahat?”
Seringkali kita hanya mengeluh dan mengatakan “hidup ini tidak adil!”

image

Namun, ini adalah pernyataan yang salah karena hidup memang adil. Kita semua membuat realitas kita menggunakan aturan yang sama seperti orang lain. Hanya saja aturan tidak ada hubungannya dengan menjadi baik atau buruk!
Untuk memahami aturan-aturan ini, hal pertama yang kita harus ingat adalah bahwa banyak dari kita telah dibesarkan untuk percaya bahwa perbuatan baik dihargai dan perbuatan buruk dihukum.

Alam bawah sadar diprogram untuk percaya bahwa jika kita bertindak seolah-olah kita “baik,” hal-hal baik akan terjadi dan jika kita bertindak “buruk,” hal-hal buruk yang akan terjadi.
Yang benar adalah, alam semesta tidak menghukum atau menguntungkan siapa pun. Sekali lagi, saya akan mengatakannya alam semesta tidak menghukum atau menguntungkan siapa pun.
Alam semesta hanya pernah menanggapi pengalaman melalui Law of Attraction. Seseorang mendapatkan apa yang dia harapkan, terlepas dari seberapa baik atau buruk orang itu. Itu dia. Jika kita berharap hal “baik” yang akan terjadi pada kita, itu tidak masalah jika kita tergolong orang jahat. Harapan akan menghasilkan hasil yang positif.
Hal yang sama berlaku secara terbalik. Anda mungkin menjadi yang terbaik, paling baik dan paling membantu orang, tetapi jika Anda memiliki harapan negatif tentang bagaimana hal-hal akan berubah dalam hidup, itulah yang akan kita dapatkan.
Jadi, meskipun kita telah mengajarkan bahwa kita harus baik dan melakukan yang baik dengan orang lain untuk mendapatkan hal-hal yang baik, apa yang benar-benar penting adalah apa yang kita pikirkan akan terjadi pada kita. Inilah sebabnya mengapa kita semua tahu beberapa “apel buruk” yang memiliki keberuntungan terbaik, dan beberapa “apel segar” yang selalu mendapatkan kesialan.

image

Periksa teman, kerabat dan rekan kerja, terutama orang-orang yang tampaknya memiliki nasib sangat baik atau nasib buruk. Kita akan menemukan bahwa itu adalah bukan bagaimana “baik” atau “buruk” tingkah mereka yang kemudian menentukan realitas kehidupannya, melainkan itu adalah harapan mereka.