Ratusan Purnama dan Rindu yang Tersampaikan

Jauh sebelum gelisah ini tertuliskan, dan bahkan sebelum sekuel filmnya direncanakan, gue selalu percaya bahwa Ada Apa Dengan Cinta adalah kisah percintaan gue sama dia yang teradaptasikan dalam sebuah film atas kehendak Tuhan.

Kisah yang menggantung setelah ratusan purnama ini banyak menyimpan kegundahan para penggemarnya, terlebih mereka yang sedang menjalani Long Distance Relationship. Banyak temen yang merasa, harusnya kisah ini cukup ditutup dengan senyumnya Cinta saat membaca sajak yang ditinggalkan Rangga. Tapi cewek gue sontak gak setuju dan langsung ngomong bahwa Ada Apa Dengan Cinta hanyalah omong kosong jika berakhir tanpa kepastian. Dan gue setuju sama doi, soalnya semua hal yang terjadi pasti ada alasannya, dan alasan itulah yang akan menjawab ketidakpastian yang tertinggal di film pertama dan akan terjawab di sekuelnya, sebagai sebuah pelengkap yang manis.

Meski pertemuan mereka tak terjadi ketika bulan purnama (itu bahkan siang hari) paling tidak pertanyaan banyak orang di film pertama telah terjawab. Hal-hal canggung yang terjadi setelah sekian lama terpendam dalam ratusan purnama tadi adalah momen yang terlihat sangat nyata. Sedingin apapun sikap seorang laki-laki, pada akhirnya kehangatan sikap perempuan akan meluluhkannya juga.

Ada Apa Dengan Cinta 2 adalah sebuah penantian. Sebuah penantian akan rindu yang hadir dalam setiap tanya. Bukan cuma milik Rangga dan Cinta semata, tapi rindu ini juga telah tersampaikan pada kami dalam setiap malam yang dilalui dengan diksi-diksi penuh keraguan.

Bila rindu ini, masih milikmu

Kuhadirkan sebuah tanya untukmu, harus berapa lama aku menunggumu?