Life is Like a Boat

Hidup itu tentang rasa sakit dan berkembang. Tanpa rasa sakit hidup ini akan jalan ditempat. Hidup itu seperti menaiki sepeda, kita harus terus bergerak agar tetap seimbang dan tidak terjatuh. Alasan kita malas untuk “menelan” sesuatu yang kurang pasti adalah karena ketidakpastian adalah teman dari rasa sakit. Selama ini kita membiarkan rasa takut akan ketidakpastian membutakan kita.

image
Keluar nyuk, jangan main hape melulu

Ketika kita sanggup melepaskan diri dari rasa takut itu, kita belajar untuk menghadapinya dan menggunakannya sebagai bahan bakar untuk mencapai tujuan hidup kita.

Sebagian orang ingin menjadi terkenal, tapi tidak bisa menghadapi kritikan dan penolakan dari audiens.

Beberapa orang ingin menjadi pribadi yang dicintai banyak orang, tapi mereka sendiri percaya bahwa dirinya tak cukup sempurna untuk dicintai orang-orang.

Semua orang ingin kaya, tapi tidak bisa menghargai setiap kerja keras sebagai sebuah proses menuju kesana.

Mereka pikir mereka benar benar menginginkan ketiga hal diatas, namun menolak semua “harga” yang menyertainya.

Dengan kata lain, mereka menolak untuk tumbuh lewat sebuah pengalaman.

Mereka berlindung dibalik comfort zone dan kata-kata ajaib “masih ada hari esok.”

Mereka merasa jika gagal berarti hidupnya akan berakhir.

Apakah kita semua kan berakhir menjadi orang tangguh yang ditempa oleh pengalaman? atau cukup nyaman untuk terus berlindung di belakang kalimat Masih ada hari esok? The choice is yours.

See you later…