Kehidupan yang Sesungguhnya, dimulai Setelah Maghrib

Pernah gak elo pada ngerasain kalau kehidupan yang fana ini berasa sangat monoton…? Rutinitas sehari-hari cuma bangun tidur-kerja pulang sore macet-macetan-diomelin pacar-sampai rumah tidur lagi-pagi kerja lagi pakai setelan kerja kemarin yang kerahnya dah item. Hidup kita layaknya sampah di pinggir jalan yang nunggu diangkut mobil sampah.

Seakan-akan hidup ini hanya satu hari, karena hari ini seperti kemarin. Bertahun-tahun hidup kita berlalu rasanya hilang tak berbekas kecuali alasan pacar marah yang gak ada habisnya.

Tapi meski begitu, gue tetap bersyukur masih ada yang mau sama gue…!

Tenang saja, gue bakalan sharing momen-momen paling spektakuler setelah seharian di kantor.

image

Seharian di kantor mah, malah jadi anugerah buat gue. Jangan sia-siakan bandwidth begitu aja, bisalah download komik hentai album musik favorit atau film-film yang keren.
Tergantung selera sih, rekomended banget film-film drama jepang. Kenapa Jepang? Jadi kalau nanti jalan ceritanya bikin bosen, paling gak aktrisnya bening-bening.

Lalu pas jalan pulang jangan lupa buat mampir ke warung… Sekedar beli rokok, atau kopi bisa juga diganti susu… Hehe.

Sampai rumah, jangan lupa buat mandi, karena dari pengalaman gue… Kalau dipaksain gak mandi pasti bawaannya pengin tidur terus. Habis itu lalu makan terus sholat atau sebaliknya.

Kehidupan sesungguhnya baru saja dimulai gaes…!

Buka notebook lalu cut file yang tadi didownload dari flashdisk atau smartphone. Lalu nikmatin album atau film yang tadi didownload sampai midnight. Buat yang punya pacar lebih enak jika sms doi buat nobar di rumah.

Mungkin tidak sempurna, tapi hal tadi bakalan nutup hari ini dengan menyenangkan.

Serangan Balik Mantan

Saga ini bermula ketika gue nerima sebuah pesan lewat line beberapa hari yang lalu.

Sebuah pesan dari seseorang bernama Li**, tunggu itu kan mantan gue.

image

Ada apa gerangan dia ngirim line segala, padahal kami uda gak komunikasi lebih dari lima tahun.

isi pesannya rahasia…

tapi alasan kenapa dia ngirim pesan itu adalah….. dia lagi buka tumblr dan gak sengaja lihat tumblr cewek gue.

Di salah satu posnya, cewek gue upload foto pas kita lagi makan malam…

So what, apa yang jadi masalah?

Sehari setelah nerima pesan tadi, waktu itu gue lagi gladiresik di kantor cos besoknya ada workshop…

Pas lagi ngecek inbox di email, tiba tiba ada pesan masuk dari Li**

iseng aja gue buka…. eng ing eng isinya foto si Li** lagi ciuman sama suaminya dan ada tulisan besar “Jangan pikir cuma kamu yang bisa mesra mesraan sama pasangan”

Dalam hati gue ngomong

Ngapain sih ini orang, kurang kerjaan

Seketika gue inget °_°

Laptop yang gue pake buat buka email waktu itu nyambung sama proyektor dan…….

Semua orang yang lagi sibuk sama kerjaannya tiba tiba diem dan ngelihat gue sambil pasang muka nyengir ngejek (mirip sama keledainya shrek)

Bwaaahaaaaaaa……………..

Meledaklah tawa semua orang, bahkan petugas keamanan yang ada disana

Si Albert (sohib gw) bahkan ketawa sambil ngarahin microphone ke congornya……….

Si***n tuh Li**, udah ninggalin gue nikah eh sekarang malu maluin gue didepan temen sekantor.

Gue nunggu nih, mungkin beberapa hari lagi dia bakalan ngirim skrinsut pas lagi ehem ehem (you know what i mean)

Enaknya Kerja di StartUp

Hampir setiap orang punya impian untuk bekerja di perusahaan bergengsi dengan gaji 8 digit, termasuk gue. Ada pula yang pengen dapet uang pensiun dan prestise dengan menjadi pegawai negeri.

Tak sedikit pula yang bercita-cita menjadi entrepreneur sukses. Semua impian itu sah-sah saja, kok.

Tapi sejak dari awal masuk kuliah dulu, gue gak pernah tertarik buat jadi pegawai negeri.

Kenapa? karena gue suka kebebasan, gue mau kerja di tempat dimana karyawannya boleh panjangin rambutnya (sampe dengkul kalo perlu), gue gak suka pake setelan kerja yang sumpeknya minta ampun.

Mungkin salah satu impian orang-orang aneh macem gue ini kerja di Google, Facebook or Gameloft. Nama terakhir sudah punya cabang di Yogyakarta…. ayeeyy.

Tapi kayaknya susah deh kerja di tiga tempat tadi…

Tapi gak masalah, karena gue akhirnya kerja juga di StartUp untuk saat ini. Sebuah tempat kerja yang lebih mirip tempat hangout kalo dipikir pikir.

Buat yang masih ragu untuk mencoba berkarir di perusahaan startup, sebenarnya ada banyak hal yang bisa kalian dapetin.

1. Range kerja yang cukup luas
Startup biasanya terdiri dari tim dengan jumlah karyawan yang sangat terbatas dan ini berarti setiap orang memiliki spesifikasi tanggung jawab yang lebih luas daripada karyawan di perusahaan besar.

image

Dan hal ini gue alamin, gue megang salah satu posisi penting… padahal gue waktu itu masih magang disana (mungkin karena pesona gue)

Disana setiap orang seperti penentu arah gerak perusahaan, meleng dikit aja bisa bubar project yang sedang dikerjain

Gue jadi punya lebih banyak tugas dan tanggung jawab, namun dengan cara ini gue akhirnya bisa mempelajari lebih banyak hal dalam waktu yang lebih singkat. Selain itu gue juga lebih terlatih untuk mengelola waktu dan mengatur prioritas.

2. Tajamnya kreativitas
Salah satu masalah utama yang dihadapi startup adalah keterbatasan dana. Begitu banyak hal yang harus dikejar dengan anggaran seadanya.

Karena hal ini gue dan tim, dulu terpaksa muter otak buat cari jalan keluar. Secara otomatis kami akan jadi lebih kreatif untuk mengakali anggaran yang minim.

3. Go to hell with your rules
Karena masih baru berdiri, biasanya belum ada peraturan mengikat mengenai jam masuk dan pulang atau etika berbusana di kantor.

Meskipun kalau di tempat kerja gue sampai kapanpun bakalan bebas masalah berbusana.

Pengaturan seperti ini cocok buat elo pada yang tidak suka terikat peraturan serba formal seperti di perusahaan besar dan instansi pemerintah.

image

Gue aja biasanya masuk kerja pake celana sama sepatu belel yang gak pernah ganti, satu lagi jangan kaget kalo ada banyak cewek yang lebih cocok jadi model berkeliaran di kantor.

4. Rekan kerja seperti keluarga
Kecil kemungkinannya menemui konflik antar golongan dan departemen atau politik dalam tubuh perusahaan.

Menurut pengalaman gue, kami yang kerja di startup lebih terlihat seperti temen nongkrong dibandingin temen kerja.

Jangan heran deh, kalo banyak yang cinlok.

5. Bigger Chance
Setiap orang punya kesempatan yang jauh lebih besar untuk menduduki posisi penting.

Tidak seperti persaingan di perusahaan besar atau instansi pemerintah, kita bakal ngadepin tingkat kompetisi yang lebih terbatas, namun lebih fair.

Untuk naik ke posisi yang lebih tinggi dalam sebuah startup biasanya tak butuh waktu sampai bertahun-tahun.

Gue nih contohnya, baru satu setengah tahun dah naik.

6. Mandiri
Bekerja dengan sumber daya yang terbatas seringnya membuat pegawai startup mau tak mau jadi lebih mandiri.

Gak ada OB yang bisa dimintai tolong ini itu, misal beli makanan atau mencetak dan menggandakan dokumen. Jadi setiap orang harus bisa ngerjain tugas-tugas sepele itu.

Dan hal paling keren yang gue alamin adalah suasana kerja yang sangat santai, startup sangat paham bahwa tekanan tak akan membuahkan hasil yang maksimal.

Perlu ritme yang lebih slow agar semua kreativitas setiap orang tumbuh.

Pada akhirnya kerja di startup adalah sebuah pondasi sebelum, mungkin dimasa depan kalian bakal kerja di tempat yang lebih prestis.