Abadi (All Stars – Iwan Fals, NOAH, Nidji, Geisha, d’Masiv)

Saling berbagi saling menyayangi
Bersatu untuk hidup untuk hidup yang lebih baik

Duduk tenanglah
Lihat rasakan katakan kebutuhanmu
Jujurlah dengan suara hatimu
Sudah bersyukurkah kamu

Air yang kamu minum
Tanah yang kau makan
Udara yang kau hirup
Kesehatanmu tawa riangmu

Tidak semua seberuntung kamu
Tidak semua seberuntung kamu
Tida semua tidak semua seberuntung kamu
Tidak semua seberuntung kamu

Bumi semakin mengecil
Manusia bertambah banyak
Kalau terus bertengkar habislah kita
ouw wo wo Habislah kita

Saling berbagi saling menyayangi
Bersatu untuk hidup
Untuk hidup yang lebih baik

Anak kecil bermain
Berlari dan bernyanyi
Dengarkan suaranya
Penuh ketulusan dan harapan

Cinta akan selalu abadi
Tak ada yang bisa halangi
Cinta itu
Ouw cinta itu cinta itu selalu abadi

Kita rindu cinta abadi .. ouw kita rindu
Kita rindu cinta abadi .. ouw kita rindu
Kita rindu ouw kita rindu cinta abadi

Saling berbagi saling menyayangi
Bersatu untuk hidup
Untuk hidup yang lebih baik

Saling berbagi saling menyayangi
Bersatu untuk hidup
Untuk hidup yang lebih baik

Berdamai dengan Masa Lalu

Denting piano kala jemari menari
Nada merambat pelan…
Dikesunyian malam saat datang rintik hujan
Bersama sebuah bayang… yang pernah terlupakan…

Ini sudah penghujung tahun 2015, apa resolusi kalian untuk tahun depan? Kalau saya sendiri tak pernah memikirkannya… bahkan sejak dulu.

Saya lebih suka memikirkan, apa hal-hal menyakitkan yang pernah saya lakukan setahun kemarin… bahkan sepanjang hidup saya.

Momen ini pas banget, waktu Duet bersahaja antara Iwan Fals dan NOAH muncul dengan lagu Yang Terlupakan.

Hati kecil berbisik untuk kembali padanya
Seribu kata menggoda
Seribu sesal di depan mata
Seperti menjelma waktu aku tertawa
Kala memberimu dosa….

Oh maafkanlah…
Oh maafkanlah…

Dalam video klipnya yang baru saja dirilis oleh Musica Studio’s, Iwan Fals dan Ariel nampak sangat emosional.

Dibuka dengan sebuah adegan dimana Iwan Fals dan NOAH sedang perform sepanggung, lalu ketika song awal dilantunkan oleh Ariel.. scene berganti ke sebuah memori Ariel yang pernah terjebak lewat masalah videonya dengan menampilkan Ariel dengan tangan diborgol dan duduk diatas ranjang serta menjadi pusat perhatian semua orang.

Iwan Fals juga terlempar ke masa lalunya, ketika masih melakukan orasi masiv lewat lagu-lagunya dan tentunya saat itu masih berambut panjang dan berkumis.

Saat mengenang masa lalunya sebagai pendobrak, Om Iwan sepintas ngelihat seorang anak kecil diantara desakan para penonton (kayaknya itu anaknya)

Dalam sebuah refleksi, Om Iwan lantas mengejar anak tadi diantara rimbunan kebun teh… lalu Beliau nampak merasa sangat bersalah kepada anaknya dan menyesali masa mudanya.

Namun akhirnya Om Iwan bisa berdamai dengan masa lalunya dan mensyukuri apa yang telah dia lalui dengan melampiaskan semua hal yang terpendam dalam benaknya dengan berteriak diatas tebing.

Begitupun si kece Nazril Irham yang akhirnya terbebas dari borgol yang membelenggunya dan terlihat berbaring diatas ranjang tengah memandangi langit yang sekian lama membisu…

Pas dengan apa yang saya alami belakangan ini, mulai menyesali hal hal bodoh yang pernah saya lakukan semasa sekolah… seperti meninggalkan sebuah tawaran beasiswa dari salah satu Sekolah Tinggi Bahasa Asing dan berakhir dengan salah ambil jurusan pas kuliah (sangat yakin untuk masuk arsitektur namun DO) lalu sekarang berakhir dengan sebuah pekerjaan impian lain sebagai programmer.

Hal-hal yang terus membayangi kehidupan saya belakangan ini, perlahan mulai memudar dengan sebuah harapan baru di bidang yang sedang saya tekuni.

Akhirnya saya memahami, bahwa semua hal menyakitkan dimasa lalu membawa saya menjadi pribadi yang dewasa dan menganggap masa lalu sebagai sebuah mesin waktu yang saya sebut sebagai kenangan.

Mulai hari ini saya akan menciptakan sebuah mesin waktu untuk menjelajahi masa depan…. yang disebut impian…. 🙂

Rasa sesal didasar hati diam tak mau pergi
Haruskah aku lari dari kenyataan ini…
Pernah ku mencoba tuk sembunyi…
Namun senyum mu tetap mengikuti

sudahkah kalian berdamai dengan masa lalu?

See you later gaes…….

Yogyakarta, 25 Desember 2015
Prastowo Luhur Pribadi

Hidup yang Hebat (NIDJI featuring IWAN FALS)

Merdeka atau kita mati
semuanya omong tanpa memahami
Kebebasan tanpa empati
Ya omong doang ya omong kosong

Jangan marah marah melulu tapi ga pernah ada solusi
Jangan marah marah melulu tapi ga pernah ada solusi

Yayayaya jangan cuma yayaya aje
Gile lo

Ayo Ayo ayo urusin hidup lo jangan urusin orang lain
Ayo Ayo ayo jangan banyak gaya lo segaya aja deh

Merdeka atau kita mati
percuma saja tanpa saling menghormati
Kebebasan tanpa empati
ya omong kosong bla bla bla bla bla

Jangan marah marah melulu tapi ga pernah ada solusi
Jangan marah marah melulu tapi ga pernah ada solusi

Ayo Ayo Ayo urusin hidup lo jangan urusan orang lain
Ayo Ayo Ayo jangan banyak gaya lo segaya aja deh

Gaya munafik gaya koruptor
Ya provokasi ya lo ga asik
Kerja yo kerja hidup yang hebat
sebelum telat
Ayo semangat semua

Ayo kita jangan cuma ngeluh ajah
Ayo kita jangan cuma ngeluh ajah
ngeluh ajah
ngeluh aja
ngeluh aja

Ayo Ayo Ayo urusin hidup lo jangan urusan orang lain
Ayo Ayo Ayo jangan banyak gaya lo segaya aja deh

Gaya munafik gaya koruptor
Ya provokasi ya lo ga asik
Kerja yo kerja hidup yang hebat
sebelum telat
Ayo semangat semua
Ayo Ayo Ayo

Para Penerka (NOAH featuring IWAN FALS)

Bicarakan kehidupan, tentang manusia
Dengar para penerka saling menerka
Talking about life, about human
Listen to the guesser to guess each other

Perhatikan keributan, pada sesama
Semua saling mencerca, saling mencela
Note the commotion, the fellow
All mutual railed, denouncing each other

Menghitam hati penuh kebencian bersahut-sahutan
Menebar kedengkian di kehidupan
Blackened heart full of hate blared
Spreading malice in life

Mereka berseru, menusuk jiwamu
Dengan cerita, dengan berita
They exclaim, piercing your soul
With stories, with news

Para pencela menaruh racun di mulutnya
Para penerka bercerita dengan prasangka,
Prasangka buruknya
Detractors put poison in his mouth
The guesser talked with prejudice,
Bad prejudice

Penerka banyak bicara, tak guna atau berguna
Merusak pikiran kita, prasangka berbusa-busa
Guesser much to say, not in order or useful
Damaging our minds, prejudice froth

Penerka dimana-mana, bagai monster meraja-lela
Pencela para pencela, sungguh busuklah hatinya
Guesser everywhere, like a monster reigned-Jaunty
Detractors detractors, really rotten heart

Ini jamannya tikus mengaku macan
Kalaupun macan, tapi macan peliharaan

This era mice admitted tiger
Even if the tiger, but the tiger pet

Anjing menggonggong kafilah berlalu
Dogs barking caravan passed

Pendengki bengong diterkam rindu
Spiteful stare pounced miss

Para pencela menaruh racun di mulutnya
Para penerka bercerita dengan prasangka,
Prasangka buruknya
Detractors put poison in his mouth
The guesser talked with prejudice,
Bad prejudice

Penerka banyak bicara, tak guna atau berguna
Merusak pikiran kita, prasangka berbusa-busa
Guesser much to say, not in order or useful
Damaging our minds, prejudice froth

Penerka dimana-mana, bagai monster meraja-lela
Pencela para pencela, sungguh busuklah hatinya
Guesser everywhere, like a monster reigned-Jaunty
Detractors detractors, really rotten heart

Penerka banyak bicara, tak guna atau berguna
Merusak pikiran kita, prasangka berbusa-busa
Guesser much to say, not in order or useful
Damaging our minds, prejudice froth

Penerka dimana-mana, bagai monster meraja-lela
Pencela para pencela, sungguh busuklah hatinya
Guesser everywhere, like a monster reigned-Jaunty
Detractors detractors, really rotten heart