Buku Sudah Mati

Bagaimana jika semua hal tentang buku, di masa depan justru berkebalikan dengan buku?

2016

Sekarang lebih dari sebelumnya, kita sedang disudutkan dengan isu lingkungan tentang masa depan buku… dalam hal ini kertas.
Kita menghadapi tahun tahun paling sibuk terhadap masalah global warming, dan sedikit banyak dipengaruhi oleh hubungan manusia dengan lingkungan. Adakah sebuah jawaban untuk mengatasi masalah ini?

The answer is – Welcome to the era of digital. Menyingkirkan seluruh bentuk fisik akan benda benda yang memenuhi rumah kita dan menggantinya dengan sebuah aplikasi di smartphone yang sizenya tak lebih dari 50 mb. Adakah hal lain yang lebih praktis daripada hal itu?

Untuk generasi hari ini, Seorang pemikir mempunyai kesempatan untuk mendesain ulang buku, meningkatkan efektifitas buku, dan tentu saja menyelamatkan pohon pohon kita.. lalu kemana semua hal ini akan membawa kita? Masa depan!! Tentu saja arah itu sudah jelas.

Dikemudian hari, buku akan bernasib sama seperti prasasti yang kita temukan dahulu

image

Terakhir kali membaca buku secara intens adalah saat saya berada dalam masa masa kuliah. Selepas itu saya tak pernah membaca buku, mungkin paling banter saya berurusan sama berkas berkas kerjaan ( dan itu bukan termasuk buku) yang penuh dengan angka angka membingungkan.

Semuanya mulai beralih ke konten digital, meski tak pernah memegang buku semacam novel tapi saya selalu rutin membaca e-book yang mengandalkan paket data internet. Dan harus diakui, ini sangat efisien.

Bisa dibayangkan, ratusan buku bisa dilahap hanya dengan mengandalkan sebuah smartphone. Perkembangan ini semakin menarik ketika si smartphone ini sanggup menjangkau semua range masyarakat, dari yang paling bawah hingga teratas.

Keadaan ini setidaknya sanggup memberikan nafas bagi bumi untuk mengembalikan alam sebagaimana perannya dalam menjaga keseimbangan.

Meski terkadang saya merindukan masa masa dimana menandai sebuah momen di novel dengan pembatas buku.

Namun saya cukup senang, setidaknya karena smartphone… alam bisa mengawali lagi kehidupan yang lebih harmonis dengan manusia.

Dan itu terjadi ketika semua hal berjalan Seperti Seharusnya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s