Berdamai dengan Masa Lalu

Denting piano kala jemari menari
Nada merambat pelan…
Dikesunyian malam saat datang rintik hujan
Bersama sebuah bayang… yang pernah terlupakan…

Ini sudah penghujung tahun 2015, apa resolusi kalian untuk tahun depan? Kalau saya sendiri tak pernah memikirkannya… bahkan sejak dulu.

Saya lebih suka memikirkan, apa hal-hal menyakitkan yang pernah saya lakukan setahun kemarin… bahkan sepanjang hidup saya.

Momen ini pas banget, waktu Duet bersahaja antara Iwan Fals dan NOAH muncul dengan lagu Yang Terlupakan.

Hati kecil berbisik untuk kembali padanya
Seribu kata menggoda
Seribu sesal di depan mata
Seperti menjelma waktu aku tertawa
Kala memberimu dosa….

Oh maafkanlah…
Oh maafkanlah…

Dalam video klipnya yang baru saja dirilis oleh Musica Studio’s, Iwan Fals dan Ariel nampak sangat emosional.

Dibuka dengan sebuah adegan dimana Iwan Fals dan NOAH sedang perform sepanggung, lalu ketika song awal dilantunkan oleh Ariel.. scene berganti ke sebuah memori Ariel yang pernah terjebak lewat masalah videonya dengan menampilkan Ariel dengan tangan diborgol dan duduk diatas ranjang serta menjadi pusat perhatian semua orang.

Iwan Fals juga terlempar ke masa lalunya, ketika masih melakukan orasi masiv lewat lagu-lagunya dan tentunya saat itu masih berambut panjang dan berkumis.

Saat mengenang masa lalunya sebagai pendobrak, Om Iwan sepintas ngelihat seorang anak kecil diantara desakan para penonton (kayaknya itu anaknya)

Dalam sebuah refleksi, Om Iwan lantas mengejar anak tadi diantara rimbunan kebun teh… lalu Beliau nampak merasa sangat bersalah kepada anaknya dan menyesali masa mudanya.

Namun akhirnya Om Iwan bisa berdamai dengan masa lalunya dan mensyukuri apa yang telah dia lalui dengan melampiaskan semua hal yang terpendam dalam benaknya dengan berteriak diatas tebing.

Begitupun si kece Nazril Irham yang akhirnya terbebas dari borgol yang membelenggunya dan terlihat berbaring diatas ranjang tengah memandangi langit yang sekian lama membisu…

Pas dengan apa yang saya alami belakangan ini, mulai menyesali hal hal bodoh yang pernah saya lakukan semasa sekolah… seperti meninggalkan sebuah tawaran beasiswa dari salah satu Sekolah Tinggi Bahasa Asing dan berakhir dengan salah ambil jurusan pas kuliah (sangat yakin untuk masuk arsitektur namun DO) lalu sekarang berakhir dengan sebuah pekerjaan impian lain sebagai programmer.

Hal-hal yang terus membayangi kehidupan saya belakangan ini, perlahan mulai memudar dengan sebuah harapan baru di bidang yang sedang saya tekuni.

Akhirnya saya memahami, bahwa semua hal menyakitkan dimasa lalu membawa saya menjadi pribadi yang dewasa dan menganggap masa lalu sebagai sebuah mesin waktu yang saya sebut sebagai kenangan.

Mulai hari ini saya akan menciptakan sebuah mesin waktu untuk menjelajahi masa depan…. yang disebut impian…. 🙂

Rasa sesal didasar hati diam tak mau pergi
Haruskah aku lari dari kenyataan ini…
Pernah ku mencoba tuk sembunyi…
Namun senyum mu tetap mengikuti

sudahkah kalian berdamai dengan masa lalu?

See you later gaes…….

Yogyakarta, 25 Desember 2015
Prastowo Luhur Pribadi

Iklan

2 thoughts on “Berdamai dengan Masa Lalu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s