Liberty Victory

Bulan desember…..

Gue jadi ingat saat pertama magang di kantor dua tahun yang lalu.

Tepatnya, gue pertama kali wawancara kerja sekitar bulan november. Waktu itu kampus gue yang bantu cari tempat magang. Saat wawancara hal pertama yang terlintas di pikiran adalah pasti gue jadi tertawaan orang banyak nanti.

Kenapa begitu? bukannya minder atau rendah diri, tapi gue sadar diri dengan fisik yang kurus, dan gak terlalu tinggi.

Jujur aja gue ngerasa belum pantes kerja kantoran, hal ini diperparah oleh salah satu selentingan orang di jalan.

Pas berangkat ke tempat wawancara, gue harus nglaju ke Solo (pake motor butut lagi…) dan Solo-Sleman itu tidak dekat. Pas berhenti di lampu merah ada biker di sebelah gue yang ngomong “Eh, wasno sing numpak Supra kuwi rak durong wangun ya, sampar sedan engko malahan”.

Come on guys, gue tahu gue ini pendek tapi ayolah kalian pikir gue mau seperti ini

Sepanjang jalan gue pikirin, emang segitu hinanya ya hidup gue. Mereka bahkan gak kenal gue, gue juga gak kenal mereka dan gue selalu respek pada orang yang punya tubuh kurang proporsional, but guys tolonglah hargain gue.

Sesampainya di kantor, gue pikir bakalan ada banyak orang yang bakalan diwawancara… tapi salah besar, nyatanya cuma gue yang bakalan diwawancarai.

Waktu masuk ke ruangan, gue lihat tatapannya agak bingung. Gue yakin dia pasti kaget dengan ukuran tubuh gue.

Dia nyalamin gue, dan langsung ngomong
“Santai aja mas, aku gak bakalan gigit kok”

Dugaan gue salah, dia sangat hangat. Satu persatu pertanyaan disampaikan mulai dari gaji, keahlian, nilai kuliah, pengetahuan basic IT sampai pertanyaan umum yang sangat hiperbolis.
Yang terakhir tadi bener bener ngebingungin.

Tiba tiba dia bilang, ini yang terakhir mas jawab ini dengan benar dan kamu langsung saya terima.

Kalau ada orang yang ngledek soal fisik anda, apa yang anda lakukan dan bagaimana perasaan anda?”

Buseetttt……..

Gue agak lupa detilnya, tapi kira kira jawaban gue kayak gini

“Ini sebenarnya membuktikan bahwa saya adalah orang yang sangat kuat, di jalan tadi ada orang yang ngehina dan membuat saya patah semangat, hampir mengurungkan niat untuk interview… tapi pada akhirnya saya sadar kalau fisik saya memang bermasalah dan saya menerima hal itu”

Dia langsung gebrak meja dan nyalamin gue
“Selamat anda diterima”

Gue bingung sih, tapi gue seneng minta ampun.

Langsung ngerasa baru aja menang perang lawan belanda dan memperoleh kemerdekaan

This is my liberty and victory!!

Iklan

3 thoughts on “Liberty Victory

  1. Boong banget ini mah, aku lihat kamu pas ngukur tinggi di kantor tinggi kamu 169 cm kok, itu udah tinggi kali buat orang indo

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s