Di tengah kepungan Android

Ini adalah tulisan spesial soal smartphone, karena sekarang blog Symbianna sudah resmi berhenti padahal belum ada 5 biji post. Dengan latar belakang sebagai minoritas di lingkungan yang masih memakai OS Symbian NOKIA S60v3, ADA SEBUAH gejolak besar didalam diri untuk mencoba Android dan Lumia-nya NOKIA. Ada sebuah kejadian menarik ketika lagi ngumpul sama teman-teman sekomplek, meski saya cukup tertutup di lingkungan sekitar tapi mereka bilang kalau ada yang absen kurang seru. Di beranda rumah Tatang (bukan nama sebenarnya) kami duduk-duduk total ada 7 orang, entah saya yang cupu atau kuper tapi saya agak bingung setelah pada ngumpul keenam orang ini malah diam dan melototin ponsel nya masing masing, waktu kutengok kebanyakan pada aktif BB* yang menjadi pertanyaan adalah ngapain mereka masih ngajakin ane yang cuma pakai Nokia jadul.

Tatang (bukan nama sebenarnya) : Seorang karyawan swasta di bank swasta pula, bagi saya dia lebih sering ganti ponsel dibandingkan saya ngisi pulsa.

Maman (bukan nama sebenarnya) : Nggak peduli apapun mereknya yang penting bisa BB*

Juned (bukan nama sebenarnya) : Baru aja lulus kuliah, ekspatriat Symbian dan sekarang pakai Android karena suka ngoprek-oprek hape.

Saya : Alasan pakai symbian karena nggak mampu beli yang mahalan dikit, dan sekarang lebih sering dipakai buat modem daripada buat nelpon sms.

Gimin (bukan nama sebenarnya) : Apa yang lagi ngetrend dia orang pertama yang punya, lumayan juga kantongnya.

2 orang yang lain nggak usah dijelasin karena 11 12 sama yang lain alasannya, jadi ketika mereka semua pada nunduk mantengin ponselnya saya seperti menjadi obat nyamuk (sialan). Lalu ada sebuah ide keren untuk balas dendam ketika mereka mulai bosen sama ponselnya mereka mulai ngebrel ngebrel nggak jelas ala anak muda alay, disaat yang sama saya baru mulai melototin tuh hape jadul NOKIA 5320 XpressMusic S60v3 Custom yang casingnya seperti abis ngejalanin perang dunia. Si Tatang nengok ke hape ane dan dia terlihat agak syok seperti ngeliat Andy F. Noya bila rambutnya direbonding, dengan lugunya dia bilang “Wah Nokia sudah bisa BB* ya” spontan gua bales “Iya dan nggak usah langganan data lagi karena Symbian kan bisa di oprek buat gratisan” setelah momen tersebut saya seperti baru saja menang lotre, dan yang lebih menarik si Juned tiba tiba ngajak tos.

Jadi intinya seseorang yang pernah menjadi master symbian seperti Juned masih respect pada OS lain yang pernah mengisi hari-harinya yang sepi, meski Peterpan pernah bilang “Tak Ada Yang Abadi” tapi saya pikir satu’satunya yang abadi adalah KENANGAN & IMPIAN

“Setiap orang punya mesin waktunya sendiri, yang menuju masa lalu disebut kenangan dan yang menuju masa depan disebut Impian”

-The Time Machine

Iklan

3 thoughts on “Di tengah kepungan Android

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s